Makalah
Metode Pembelajaran Discovery

Disusun Oleh: Diah Ayu Kusuma Ningrum
Bayu
Oka Wisangara
M.
Edi Setiawan
Moch
Wildan Alfin Maulana
Puguh
Eko F.
Pendidikan Jasmani Kesehatan dan
Rekreasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan
Universitas Nusantara PGRI Kediri
2015
Alhamdulillah Kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini
tepat pada waktunya. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas yang diberikan
kepada Kami dengan menggunakan referensi-referensi yang Kami dapatkan, baik
berupa buku dan sumber-sumber lainnya. Oleh karena itu, Kami menyusun makalah
ini dengan judul “Metode Pembelajaran Discovery”.
Meskipun telah berusaha dengan
segenap kemampuan, namun Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak
kekurangan dan jauh dari sempurna. Hal ini disebabkan oleh beberapa kondisi di
antaranya, masih perlu pembelajaran lebih mendalam, keterbatasan sumber,
keterbatasan kemampuan dan pengetahuan Kami. Oleh karena itu, dengan
keterbukaan hati, Kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata Kami mengucapkan terima
kasih dan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Kediri, 05 November 2015
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGATAR .............................................................................................. i
DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB I Pendahuluan ......................................................................................... 1
1.1.Latar
Belakang.................................................................................... 1
1.2 Rumusan
Masalah ............................................................................... 1
1.3.Tujuan
Penulisan Makalah................................................................... 1
BAB II Pembahasan............................................................................................ 2
2.1 Pengertian Gaya Mengajar Guru............................................... 2
2.2 Metode
pembelajaran discovery............................................... 2
BAB III PENUTUP.............................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 7
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Guru adalah
orang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab dalam mendidik, mengajar, dan
membimbing siswa. Orang yang disebut guru adalah orang yang memiliki kemampuan
merancang program pembelajaran serta mampu menata dan mengelola kelas agar
siswa dapat belajar dan pada akhirnya dapat mencapai tingkat kedewasaan sebagai
tujuan akhir dari proses pendidikan (Uno, 2007: 15).
Mengajar
pada hakikatnya bermaksud mengantarkan siswa mencapai tujuan yang telah
direncanakan sebelumnya. Dalam praktek, perilaku mengajar yang dipertunjukkan
guru sangat beraneka ragam, meskipun maksudnya sama. Aneka ragam perilaku guru
mengajar ini bila ditelusuri akan diperoleh gambaran tentang pola umum
interaksi antara guru, isi atau bahan pelajaran dan siswa. Pola umum ini oleh
Dianne Lapp dan kawan-kawan diistilahkan “Gaya Mengajar” atau teaching style (Lapp,
dkk. 1975:1).Gaya mengajar adalah bentuk penampilan guru saat proses belajar
mengajar baik yang bersifat kurikuler maupun psikologis. Gaya mengajar yang
bersifat kurikuler adalah guru mengajar yang disesuaikan dengan tujuan mata
pelajaran tertentu. Sedangkan gaya mengajar yang bersifat psikologis adalah
guru mengajar yang disesuaikan dengan motivasi siswa, pengelolaan kelas, dan
evaluasi hasil belajar mengajar.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat diuraikan
pembahasannya sebagai rumusan masalah sebagai berikut :
1.
Apa itu Gaya mengajar Discovery?
2.
Bagaimana langkah-langkah penerapan
Gaya mengajar Discovery?
3.
Apa Keuntungan dan Kelemahan
Gaya mengajar Discovery?
1.3 Tujuan
Penulisan Makalah
1.
Mahasiswa Mengetahui tentang
gaya mengajar khususnya gaya mengajar Discovery?
2.
Mahasiswa Mengetahui
langkah-langkah penerapan Gaya mengajar Discovery?
3.
Mahasiswa Mengetahui
Keuntungan dan Kelemahan Gaya mengajar Discovery?
1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Gaya Mengajar Guru
Gaya adalah
suatu pembawaan seseorang yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor
alamiah seperti karakteristik. Gaya menjadi ciri khas yang dibawa seseorang
dalam melakukan aktivitas. Mengajar pada hakikatnya bermaksud mengantarkan
siswa mencapai tujuan yang telah direncanakan sebelumnya, dalam praktek
perilaku mengajar yang dipertunjukkan guru sangat beraneka ragam. Aneka ragam
perilaku guru dalam mengajar ini bila ditelusuri akan diperoleh gambaran pola
umum interaksi antara guru, isi, atau bahan pelajaran dan siswa. Pola umum ini
oleh Dianne Lapp dan kawan-kawan (dalam Ali, 2010: 57) diistilahkan dengan gaya
mengajar atau teaching style.
2.2 Metode
Pembelajaran Discovery
Metode pembelajaran discovery (penemuan) adalah metode mengajar yang
mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuan yang
sebelumnya belum diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan, sebagian atau
seluruhnya ditemukan sendiri. Dalam pembelajaran discovery (penemuan)
kegiatan atau pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat
menemukan konsep-konsep dan prinsip-prinsip melalui proses mentalnya sendiri.
Dalam menemukan konsep, siswa melakukan pengamatan, menggolongkan, membuat
dugaan, menjelaskan, menarik kesimpulan dan sebagainya untuk menemukan beberapa
konsep atau prinsip.
Metode discovery diartikan
sebagai prosedur mengajar yang mementingkan pengajaran perseorang, memanipulasi
objek sebelum sampai pada generalisasi. Sedangkan Bruner menyatakan bahwa
anak harus berperan aktif didalam belajar. Lebih lanjut dinyatakan, aktivitas
itu perlu dilaksanakan melalui suatu cara yang disebut discovery. Discovery
yang dilaksanakan siswa dalam proses belajarnya, diarahkan untuk menemukan
suatu konsep atau prinsip.
2
Discovery
ialah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan suatu konsep atau
prinsip. Proses mental yang dimaksud antara lain: mengamati, mencerna,
mengerti, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat
kesimpulan dan sebagainya. Dengan teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri
atau mengalami proses mental sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan
intruksi. Dengan demikian pembelajaran discovery ialah suatu
pembelajaran yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar
pendapat, dengan berdiskusi, membaca sendiri dan mencoba sendiri, agar anak
dapat belajar sendiri.
Metode pembelajaran discovery merupakan
suatu metode pengajaran yang menitikberatkan pada aktifitas siswa dalam
belajar. Dalam proses pembelajaran dengan metode ini, guru hanya bertindak
sebagai pembimbing dan fasilitator yang mengarahkan siswa untuk menemukan
konsep, dalil, prosedur, algoritma dan semacamnya.
Tiga ciri utama belajar menemukan yaitu: (1) mengeksplorasi dan memecahkan
masalah untuk menciptakan, menggabungkan dan menggeneralisasi pengetahuan; (2)
berpusat pada siswa; (3) kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan baru dan
pengetahuan yang sudah ada.
Blake et al. membahas tentang filsafat penemuan yang dipublikasikan
oleh Whewell. Whewell mengajukan model penemuan dengan tiga tahap, yaitu: (1)
mengklarifikasi; (2) menarik kesimpulan secara induksi; (3) pembuktian
kebenaran (verifikasi).
Langkah-langkah
pembelajaran discovery adalah sebagai berikut:
- identifikasi kebutuhan siswa.
- seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian konsep dan generalisasi pengetahuan.
- seleksi bahan, problema/ tugas-tugas.
- membantu dan memperjelas tugas/ problema yang dihadapi siswa serta peranan masing-masing siswa.
- mempersiapkan kelas dan alat-alat yang diperlukan.
- mengecek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan.
- memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penemuan.
- membantu siswa dengan informasi/ data jika diperlukan oleh siswa.
3
- memimpin analisis sendiri (self analysis) dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi masalah;
- merangsang terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa.
- membantu siswa merumuskan prinsip dan generalisasi hasil penemuannya.
Salah satu
metode belajar yang akhir-akhir ini banyak digunakan di sekolah-sekolah yang
sudah maju adalah metode discovery. Hal ini disebabkan karena metode
ini: (1) merupakan suatu cara untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif; (2)
dengan menemukan dan menyelidiki sendiri konsep yang dipelajari, maka hasil
yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan dan tidak mudah dilupakan siswa;
(3) pengertian yang ditemukan sendiri merupakan pengertian yang betul-betul
dikuasai dan mudah digunakan atau ditransfer dalam situasi lain; (4) dengan
menggunakan strategi discovery anak belajar menguasai salah satu metode
ilmiah yang akan dapat dikembangkan sendiri; (5) siswa belajar berpikir
analisis dan mencoba memecahkan problema yang dihadapi sendiri, kebiasaan ini
akan ditransfer dalam kehidupan nyata.
Beberapa
keuntungan belajar discovery yaitu: (1) pengetahuan bertahan lama dan
mudah diingat; (2) hasil belajar discovery mempunyai efek transfer yang
lebih baik dari pada hasil lainnya; (3) secara menyeluruh belajar discovery
meningkatkan penalaran siswa dan kemampuan untuk berpikir bebas. Secara khusus
belajar penemuan melatih keterampilan-keterampilan kognitif siswa untuk
menemukan dan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain.
Beberapa keunggulan metode penemuan juga diungkapkan
oleh Suherman, dkk (2001: 179) sebagai berikut:
1.
siswa aktif dalam kegiatan belajar, sebab ia berpikir
dan menggunakan kemampuan untuk menemukan hasil akhir.
2.
siswa memahami benar bahan pelajaran, sebab mengalami
sendiri proses menemukannya. Sesuatu yang diperoleh dengan cara ini lebih lama
diinga.
3.
menemukan sendiri menimbulkan rasa puas. Kepuasan
batin ini mendorong ingin melakukan penemuan lagi sehingga minat belajarnya
meningkat.
4.
siswa yang memperoleh pengetahuan dengan metode
penemuan akan lebih mampu mentransfer pengetahuannya ke berbagai konteks.
5.
metode ini melatih siswa untuk lebih banyak belajar
sendiri.
4
Selain memiliki beberapa keuntungan,
metode discovery (penemuan) juga memiliki beberapa kelemahan,
diantaranya membutuhkan waktu belajar yang lebih lama dibandingkan dengan
belajar menerima. Untuk mengurangi kelemahan tersebut maka diperlukan bantuan
guru. Bantuan guru dapat dimulai dengan mengajukan beberapa pertanyaan dan
dengan memberikan informasi secara singkat. Pertanyaan dan informasi tersebut
dapat dimuat dalam lembar kerja siswa (LKS) yang telah dipersiapkan oleh guru
sebelum pembelajaran dimulai.
5
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Gaya adalah suatu pembawaan seseorang yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan
dan faktor alamiah seperti karakteristik. Gaya menjadi ciri khas yang dibawa
seseorang dalam melakukan aktivitas. Misalnya gaya mengajar discovery. Metode
pembelajaran discovery (penemuan) adalah metode
mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh
pengetahuan yang sebelumnya belum diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan,
sebagian atau seluruhnya ditemukan sendiri. Metode ini memiliki kelebihann dan
kekurangan seperti gaya mengajar yang lainnya. Sehingga sudah menjadi tugas
guru untuk meminimalisir kelemahan tersebut
6
DAFTAR PUSTAKASuherman, dkk. (2001). Common TexBook Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Jurusan Pendidikan Matematika UPI Bandung.
7
Tidak ada komentar:
Posting Komentar