Sabtu, 26 Desember 2015

contoh makalah ppc



Makalah
Penanganan dan Pencegahan Cedera
Olahraga Rugby




http://photos.wikimapia.org/p/00/03/13/37/06_full.jpg



Moch Wildan Alfin Maulana
NPM: 14.1.01.09.0141
Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Nusantara PGRI Kediri
2015
Alhamdulillah Kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas yang diberikan kepada Kami dengan menggunakan referensi-referensi yang Kami dapatkan, baik berupa buku dan sumber-sumber lainnya. Oleh karena itu, Kami menyusun makalah ini dengan judul “Penanganan dan Pencegahan Cedera Olahraga Rugby”.
Meskipun telah berusaha dengan segenap kemampuan, namun Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Hal ini disebabkan oleh beberapa kondisi di antaranya, masih perlu pembelajaran lebih mendalam tentang fisiologi yang ada didalam tubuh makhluk hidup, keterbatasan sumber, keterbatasan kemampuan dan pengetahuan Kami. Oleh karena itu, dengan keterbukaan hati, Kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata Kami mengucapkan terima kasih dan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.





                                                                                                Kediri, 23 November 2015


                                                                                                                 Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGATAR .............................................................................................. i                             
DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB   I     Pendahuluan  ......................................................................................... 1
                  1.1.Latar Belakang................................................................................... 1
                  1.2 Rumusan Masalah ............................................................................. 1
BAB  II    Pembahasan............................................................................................ 2
                  2.1 Rugby................................................................................................. 2
                  2.2 Cedera yang Biasa Terjadi Selama Permainan Rugby.............           2
BAB  III   PENUTUP.............................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 7














ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Cedera atau luka adalah sesuatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh yang dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi.
Cedera adalah suatu akibat daripada gaya-gaya yang bekerja pada tubuh atau sebagian pada tubuh dimana melampaui kemampuan tubuh untuk mengatasinya, gaya-gaya ini bisa berlangsung dengan cepat atau jangka lama.
 Cedera yang sering dialami oleh seorang atlit, seperti cedera goresan, robek pada ligamen, atau patah tulang karena terjatuh. Cedera tersebut biasanya memerlukan pertolongan yang profesional dengan segera.
Cara yang lebih efektif dalam mengatasi cedera adalah dengan memahami beberapa jenis cedera dan mengenali bagaimana tubuh kita memberikan respon terhadap cedera tersebut. Juga, akan dapat untuk memahami tubuh kita, sehingga dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya cedera, bagaimana mendeteksi suatu cedera agar tidak menjadi parah, bagaimana mengobatinya dan kapan meminta pengobatan secara profesional (memeriksakan diri ke dokter).
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat diuraikan pembahasannya sebagai rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apa saja cedera yang mungkin terjadi dalam permainan olahraga Rugby?
2.      Bagaimana cara penanganan cedera dalam permainan olahraga Rugby?




1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Rugby
Rugby merupakan sejenis permainan sepak bola tim yang dimainkan oleh dua tim. Setiap tim mencoba mencetak skor dengan cara menyepak, melontar, atau membawa bola sehingga mereka dapat menyepak untuk melepaskan gol lawan atau menyentuh di belakang garis lawan.
2.2  Cedera yang Biasa Terjadi Selama Permainan Rugby
Berikut ini adalah cedera yang biasa atau mungkin terjadi pada pemain rugby:
1.      Kram Otot
Kram Otot adalah pengerutan pada otot, yang muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan nyeri. Kram bisa sembuh dengan sendirinya selama beberapa detik, menit, atau jam, tergantung dari kontraksi tersebut, dan kram dapat terjadi pada otot rangka atau otot polos.
Penyebab kram otot terjadi karena masalah atau kondisi lainnya, misalnya:
Penanganan: Pelemasan (stretching), minum air yang banyak dan pemijatan dapat meredakan serangan kram pada otot.
Pencegahan: Pemanasan dan peregangan otot yang memadai sebelum olahraga, persiapan mental, keseimbangan cairan/elektrolit yang memadai cenderung membantu dalam mencegah kram otot selama beraktifitas atau ketika tidur, dan asupan makanan bervitamin dan bergizi adalah kunci mencegah kram pada otot.
2.      Sprain (keseleo)
Sprain (keseleo) adalah bentuk cidera berupa penguluran atau kerobekan pada ligament (jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang) atau kapsul sendi, yang memberikan stabilitas sendi. Kerusakan yang parah pada ligament atau kapsul sendi dapat menyebabkan ketidakstabilan pada sendi. Gejalanya dapat berupa nyeri, inflamasi/peradangan, dan pada beberapa kasus, ketidakmampuan menggerakkan tungkai.


2
Penyebab: Sprain/terkilir dapat terjadi karena benturan trauma pada bagian tubuh tertentu yang paling sering karena terjatuh dan karena mengangkat beban berat yang berlebihan selain itu penyebab keseleo juga karena peregangan otot yang berlebihan karena melakukan pergerakan yang salah sehingga terjadinya penggeseran pada tulang dan gangguan ligament di persendian.
Penanganan: Tindakan perawatan terkilir yang bisa di lakukan dirumah untuk Penanganan yang tepat dan sesuai seperti yang disarankan oleh dokter yaitu dengan menerapkan metode RICE yang telah terbukti ampuh mengobati sprain. RICE adalah singkatan dari Rest Ice Conpression Elavate .
1. Rest (istirahat)          
Istirahat dan membatasi aktivitas. Hal ini bertujuan agar cedera yang dialami penderita tidak bertambah parah. Cobalah untuk mengurangi pergerakan yang bisa memberikan tekanan pada bagian sendi yang terkena sprain. Dianjurkan untuk penggunaan selempang bebat yang berfungsi untuk mengistirahatkan bagian tubuh yang terkilir.
2. Terapi Ice (es)
Terapi dengan menggunakan es ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada bagian yang terkilir. Terapi ice diberikan dengan cara menempelkan kantung es pada bagian yang keseleo selama 3 menit setiap 4 jam sekali. Ingat Jangan sesekali menempelkan es selama lebih dari 3 menit pada satu waktu karena bisa menyebabkan kerusakan jaringan.
3. Compression (kompresi)
Tindakan ini bisa anda lakukan dengan menggunakan pembalut elastis atau jenis perban yang bisa membungkus anggota tubuh yang terkilir.  Pembalutan yang anda berikan harus kuat tetapi jangan terlalu ketat sehingga tidak mengganggu sirkulasi darah. Pembalutan harus dibuka apabila terjadi kesemutan dan kebiru-biruan didaerah sekitar. Baru kemudian dilakukan pembalutan ulang dengan lebih rapi. Kompresi dapat dilakukan selama 6 hari.

3
4. Elevate (tinggikan)
Peninggian bertujuan untuk mengurangi pembengkakan. Jika memungkinkan metode ini lebih efektif saat berbaring. Angkatlah anggota tubuh yang terkilir dengan posisi lebih tinggi dari jantung kemudian menempatkan bantal di bawah lengan atau kaki yang cedera.

3.      Dislokasi pada Sendi Bahu
Dislokasi adalah keluarnya bongkol sendi dari mangkok sendi atau keluarnya (bercerainya) kepala sendi dari mangkoknya. Bila hanya sebagian yang bergeser disebut subluksasi dan bila seluruhnya disebut dislokasi.
Sendi Bahu merupakan salah satu sendi besar yang paling sering berdislokasi.Ini disebabkan karena banyaknya rentang gerakan sendi bahu,mangkuk sendi glenoid yang dangkal serta adanya longgarnya ligament.
Gejala:
o   Sendi bahu tidak dapat digerakakkan
o   Korban mengendong tangan yang sakit dengan yang lain
o   Korban tidak bisa memegang bahu yang berlawanan
o   Kontur bahu hilang, bongkol sendi tidak teraba pada tempatnya
o   Lengkung bahu hilang
o   Tidak dapat digerak-gerakkan
o   Lengan atas sedikit abduksi
o   Lengan bawah sedikit supinasi
Penanganan: Penanganan dislokasi hanya  boleh dilakukan oleh seorang dokter, kecuali dalam keadaan terpaksa dimana di tempat kejadian tidak ada dokter yang terdekat, barulah kita berikan pertolongan pertama yaitu reposisi.





4
Reposisi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
1. Metode Stimson
metode ini sangat baik. Caranya penderita dibaringkan tertelungkup sambil bagian lengannya yang mengalami dislokasi, keluar dari tepi tempat tidur, menggantung ke bawah. Kemudian diberikan beban yang diikatkan pada lengan bawah dan pergelangan tangan, biasanya dengan dumbbell dengan berat tergantung dari kekuatan otot si penderita. Si penderita disuruh rileks untuk beberapa jam, kemudian bonggol sendi akan masuk dengan sendirinya. Cara reposisi dislokasi bahu dengan metode Stimson:
Penderita dibaringkan terlentang di lantai. Si penolong duduk pada sisi sendi yang lepas. Kaki si penolong menjulur lurus ke dada si penderita, lengan yang lepas sendinya ditarik dengan kedua tangan penolong dengan tenaga yang keras dan kuat, sehingga berbunyi “klik”, ini berarti bonggol sendi masuk kembali.
2. Teknik Hennipen
Secara perlahan dielevasikan sehingga bengkol sendi masuk ke dalam mangkok sendi.pasien duduk atau tidur dengan posisi 45o, siku pasien ditahan oleh tangan kanan penolong dan tangan kiri penolong melakukan rotasi kearahluar(eksternal) sampai 90o dengan lembut dan perlahan,  jika korban merasa nyeri, rotasi eksternal sementara dihentikan sampai terjadi relaksasi otot, kemudian dilanjutkan. Sesudah seraksasi eksternal mencapai 90o maka reposisi akan terjadi.
Program Rehabilitasi Dislokasi Bahu
Program ini dilakukan jika reposisi gagal. Rehabilitasi bisa dilakukan dengan cara menghindari maneuver yang bersifat provokatif dan penguatan otot secara hati-hati. Selama 2-4 minggu.
Pencegahan: Pemain disarankan menggunakan body protector selama bermain guna mengurangi resiko dislokasi



5
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Cedera atau luka adalah sesuatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh yang dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi. Cedera yang sering dialami oleh seorang atlit, seperti cedera goresan, robek pada ligamen, atau patah tulang karena terjatuh. Cara yang lebih efektif dalam mengatasi cedera adalah dengan memahami beberapa jenis cedera dan mengenali bagaimana tubuh kita memberikan respon terhadap cedera tersebut. Juga, akan dapat untuk memahami tubuh kita, sehingga dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya cedera, bagaimana mendeteksi suatu cedera agar tidak menjadi parah, bagaimana mengobatinya dan kapan meminta pengobatan secara profesional.


















6
Daftar Pustaka
Wikipedia ensiklopedia bebas “kram” .23 November 2015. https://id.wikipedia.org/wiki/Kram.
Wikipedia ensiklopedia bebas “Sepak bola rugbi”.23 November 2015.https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sepak_bola_rugbi.

Ardi p,Eko, M.Subhan Zuhdi, Tony Wahyu P, Satrio Yudi Er “DISLOKASI PADA SENDI BAHU”. 23 November 2015.http://dislokasisendibahu.blogspot.co.id/2011/04/dislokasi-pada-sendi-bahu.html.





















7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar