Makalah
Penanganan
dan Pencegahan Cedera
Olahraga
Rugby

Moch Wildan Alfin Maulana
NPM: 14.1.01.09.0141
Pendidikan Jasmani Kesehatan dan
Rekreasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan
Universitas Nusantara PGRI Kediri
2015
Alhamdulillah Kami panjatkan puji
syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya,
penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini dibuat
untuk memenuhi tugas yang diberikan kepada Kami dengan menggunakan
referensi-referensi yang Kami dapatkan, baik berupa buku dan sumber-sumber
lainnya. Oleh karena itu, Kami menyusun makalah ini dengan judul “Penanganan dan Pencegahan Cedera
Olahraga Rugby”.
Meskipun telah berusaha dengan segenap kemampuan, namun Kami menyadari
bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Hal ini
disebabkan oleh beberapa kondisi di antaranya, masih perlu pembelajaran lebih
mendalam tentang fisiologi yang ada didalam tubuh makhluk hidup, keterbatasan
sumber, keterbatasan kemampuan dan pengetahuan Kami. Oleh karena itu, dengan
keterbukaan hati, Kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata Kami mengucapkan terima kasih dan semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi kita semua.
Kediri, 23 November 2015
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGATAR .............................................................................................. i
DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB I Pendahuluan ......................................................................................... 1
1.1.Latar Belakang................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................. 1
BAB II Pembahasan............................................................................................ 2
2.1 Rugby................................................................................................. 2
2.2 Cedera yang Biasa Terjadi Selama
Permainan Rugby............. 2
BAB III PENUTUP.............................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 7
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
Cedera atau luka adalah sesuatu kerusakan pada struktur atau
fungsi tubuh yang dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi.
Cedera adalah suatu akibat daripada gaya-gaya yang bekerja
pada tubuh atau sebagian pada tubuh dimana melampaui kemampuan tubuh untuk
mengatasinya, gaya-gaya ini bisa berlangsung dengan cepat atau jangka lama.
Cedera yang sering dialami oleh seorang atlit, seperti
cedera goresan, robek pada ligamen, atau patah tulang karena terjatuh. Cedera
tersebut biasanya memerlukan pertolongan yang profesional dengan segera.
Cara yang lebih efektif dalam mengatasi cedera adalah dengan
memahami beberapa jenis cedera dan mengenali bagaimana tubuh kita memberikan
respon terhadap cedera tersebut. Juga, akan dapat untuk memahami tubuh kita,
sehingga dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya
cedera, bagaimana mendeteksi suatu cedera agar tidak menjadi parah, bagaimana
mengobatinya dan kapan meminta pengobatan secara profesional (memeriksakan diri
ke dokter).
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat diuraikan
pembahasannya sebagai rumusan masalah sebagai berikut :
1.
Apa saja cedera yang mungkin terjadi dalam
permainan olahraga Rugby?
2.
Bagaimana cara penanganan cedera dalam
permainan olahraga Rugby?
1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Rugby
Rugby merupakan
sejenis permainan sepak bola tim yang dimainkan oleh dua tim. Setiap tim
mencoba mencetak skor dengan cara menyepak, melontar, atau membawa bola
sehingga mereka dapat menyepak untuk melepaskan gol lawan atau menyentuh di
belakang garis lawan.
2.2 Cedera yang Biasa Terjadi Selama
Permainan Rugby
Berikut ini adalah cedera yang biasa
atau mungkin terjadi pada pemain rugby:
1. Kram Otot
Kram Otot adalah pengerutan pada otot, yang muncul
secara tiba-tiba dan menyebabkan nyeri. Kram bisa sembuh dengan sendirinya
selama beberapa detik, menit, atau jam, tergantung dari kontraksi tersebut, dan
kram dapat terjadi pada otot rangka atau otot polos.
Penyebab kram
otot terjadi karena masalah atau kondisi lainnya, misalnya:
Penanganan: Pelemasan (stretching),
minum air yang banyak dan pemijatan dapat meredakan serangan kram pada otot.
Pencegahan: Pemanasan dan peregangan otot yang memadai sebelum
olahraga, persiapan mental, keseimbangan cairan/elektrolit yang memadai
cenderung membantu dalam mencegah kram otot selama beraktifitas atau ketika
tidur, dan asupan makanan bervitamin dan bergizi adalah kunci
mencegah kram pada otot.
2. Sprain (keseleo)
Sprain (keseleo) adalah bentuk cidera berupa penguluran atau kerobekan pada
ligament (jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang) atau kapsul sendi,
yang memberikan stabilitas sendi. Kerusakan yang parah pada ligament atau
kapsul sendi dapat menyebabkan ketidakstabilan pada sendi. Gejalanya dapat
berupa nyeri, inflamasi/peradangan, dan pada beberapa kasus, ketidakmampuan
menggerakkan tungkai.
2
Penyebab:
Sprain/terkilir
dapat terjadi karena benturan trauma pada bagian tubuh tertentu yang paling
sering karena terjatuh dan karena mengangkat beban berat yang berlebihan selain
itu penyebab keseleo juga karena peregangan otot yang berlebihan karena
melakukan pergerakan yang salah sehingga terjadinya penggeseran pada tulang dan
gangguan ligament di persendian.
Penanganan:
Tindakan perawatan
terkilir yang bisa di lakukan dirumah untuk Penanganan yang tepat dan
sesuai seperti yang disarankan oleh dokter yaitu dengan menerapkan metode RICE
yang telah terbukti ampuh mengobati sprain. RICE adalah singkatan dari Rest
Ice Conpression Elavate .
1. Rest (istirahat)
Istirahat dan membatasi aktivitas. Hal ini bertujuan
agar cedera yang dialami penderita tidak bertambah parah. Cobalah untuk
mengurangi pergerakan yang bisa memberikan tekanan pada bagian sendi yang
terkena sprain. Dianjurkan untuk penggunaan selempang bebat yang berfungsi
untuk mengistirahatkan bagian tubuh yang terkilir.
2. Terapi Ice (es)
Terapi dengan menggunakan es ini bertujuan
untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada bagian yang terkilir. Terapi
ice diberikan dengan cara menempelkan kantung es pada bagian yang keseleo
selama 3 menit setiap 4 jam sekali. Ingat Jangan sesekali menempelkan es selama
lebih dari 3 menit pada satu waktu karena bisa menyebabkan kerusakan jaringan.
3. Compression (kompresi)
Tindakan ini bisa anda lakukan dengan
menggunakan pembalut elastis atau jenis perban yang bisa membungkus anggota
tubuh yang terkilir. Pembalutan yang anda berikan harus kuat tetapi
jangan terlalu ketat sehingga tidak mengganggu sirkulasi darah. Pembalutan
harus dibuka apabila terjadi kesemutan dan kebiru-biruan didaerah sekitar. Baru
kemudian dilakukan pembalutan ulang dengan lebih rapi. Kompresi dapat dilakukan
selama 6 hari.
3
4. Elevate (tinggikan)
Peninggian bertujuan untuk mengurangi
pembengkakan. Jika memungkinkan metode ini lebih efektif saat berbaring.
Angkatlah anggota tubuh yang terkilir dengan posisi lebih tinggi dari jantung
kemudian menempatkan bantal di bawah lengan atau kaki yang cedera.
3. Dislokasi pada Sendi Bahu
Dislokasi adalah keluarnya bongkol
sendi dari mangkok sendi atau keluarnya (bercerainya) kepala sendi dari
mangkoknya. Bila hanya sebagian yang bergeser disebut subluksasi dan bila
seluruhnya disebut dislokasi.
Sendi Bahu merupakan salah satu sendi
besar yang paling sering berdislokasi.Ini disebabkan karena banyaknya rentang
gerakan sendi bahu,mangkuk sendi glenoid yang dangkal serta adanya longgarnya
ligament.
Gejala:
o Sendi bahu tidak dapat digerakakkan
o Korban mengendong tangan yang sakit dengan yang lain
o Korban tidak bisa memegang bahu yang berlawanan
o Kontur bahu hilang, bongkol sendi tidak teraba pada tempatnya
o
Lengkung bahu hilang
o
Tidak dapat digerak-gerakkan
o
Lengan atas sedikit abduksi
o
Lengan bawah sedikit supinasi
Penanganan: Penanganan dislokasi
hanya boleh dilakukan oleh seorang dokter, kecuali
dalam keadaan terpaksa dimana di tempat kejadian tidak ada dokter yang
terdekat, barulah kita berikan pertolongan pertama yaitu reposisi.
4
Reposisi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
1. Metode Stimson
metode ini sangat baik.
Caranya penderita dibaringkan tertelungkup sambil bagian lengannya yang
mengalami dislokasi, keluar dari tepi tempat tidur, menggantung ke bawah. Kemudian
diberikan beban yang diikatkan pada lengan bawah dan pergelangan tangan,
biasanya dengan dumbbell dengan berat tergantung dari kekuatan otot si
penderita. Si penderita disuruh rileks untuk beberapa jam, kemudian bonggol
sendi akan masuk dengan sendirinya. Cara reposisi dislokasi bahu dengan metode
Stimson:
Penderita dibaringkan
terlentang di lantai. Si penolong duduk pada sisi sendi yang lepas. Kaki si
penolong menjulur lurus ke dada si penderita, lengan yang lepas sendinya
ditarik dengan kedua tangan penolong dengan tenaga yang keras dan
kuat, sehingga berbunyi “klik”, ini berarti bonggol sendi masuk kembali.
2. Teknik Hennipen
Secara perlahan dielevasikan
sehingga bengkol sendi masuk ke dalam mangkok sendi.pasien duduk atau tidur
dengan posisi 45o, siku pasien ditahan oleh tangan kanan penolong
dan tangan kiri penolong melakukan rotasi kearahluar(eksternal) sampai 90o
dengan lembut dan perlahan, jika korban
merasa nyeri, rotasi eksternal sementara dihentikan sampai terjadi relaksasi
otot, kemudian dilanjutkan. Sesudah seraksasi eksternal mencapai 90o
maka reposisi akan terjadi.
Program Rehabilitasi Dislokasi
Bahu
Program ini dilakukan jika reposisi gagal. Rehabilitasi bisa dilakukan
dengan cara menghindari maneuver
yang bersifat provokatif dan penguatan otot secara hati-hati. Selama 2-4 minggu.
Pencegahan: Pemain disarankan
menggunakan body protector selama
bermain guna mengurangi resiko dislokasi
5
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Cedera atau luka adalah sesuatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh
yang dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi. Cedera yang sering
dialami oleh seorang atlit, seperti cedera goresan, robek pada ligamen, atau
patah tulang karena terjatuh. Cara yang lebih efektif dalam mengatasi cedera
adalah dengan memahami beberapa jenis cedera dan mengenali bagaimana tubuh kita
memberikan respon terhadap cedera tersebut. Juga, akan dapat untuk memahami
tubuh kita, sehingga dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegah
terjadinya cedera, bagaimana mendeteksi suatu cedera agar tidak menjadi parah,
bagaimana mengobatinya dan kapan meminta pengobatan secara profesional.
6
Daftar
Pustaka
Aceh, Fadil “Terkilir atau keseleo : Gejala
serta cara pertolongan pertama yang bisa diberikan dirumah”.http://www.idmedis.com/2014/11/terkilir-atau-keseleo-gejala-serta-cara.html.
Wikipedia ensiklopedia
bebas “Sepak bola rugbi”.23 November
2015.https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sepak_bola_rugbi.
Ardi p,Eko, M.Subhan Zuhdi, Tony Wahyu P, Satrio Yudi Er “DISLOKASI PADA SENDI BAHU”. 23 November 2015.http://dislokasisendibahu.blogspot.co.id/2011/04/dislokasi-pada-sendi-bahu.html.
7
Tidak ada komentar:
Posting Komentar